Flashy Colorful Pink Yellow Green Star -->

Jumat, 08 Maret 2013

ini bukan keluhan, ini hanya curhatan ku.

Diposting oleh Maya Hu di 23.29

 
TERSESAT DI DUNIA JURNALISTIK

Tak tau harus mulai darimana, dan aku gak tau ini kesalahan tanganku atau kesalahan otakku berpikir tentang Ilmu Komunikasi, atau mungkin ini kata hatiku yang memberi isyarat kepada otak, kemudian otak merespon dan tanpa sengaja tanganku mengklik jurusan Ilmu Komunikasiketika memilih jurusan pada SNMPTN undangan 2 tahun silam. Semula ku  kira, Ilmu Komunikasi sama seperti Sistem Informasi. Setelah aku ngisi KRS dan ku liat semua bidang study nya tidak ada yang berhubungan dengan TI.
Aku curiga! Apa aku salah jurusan? Oh... mungkin karna baru awal semester jadi pelajarannya belum ada yang mengarah ke TI.
     Setelah 2 semester ku lalui, ternyata benar aku salah jurusan. Tapi aku merasa enjoy dijurusan yang salah ku pilih ini. Hari-hari ku lalui dengan apa adanya, walaupun banyak tugas yang membuat kepalaku serasa besar kebanyakan berpikir. Dalam Ilmu Komunikasi ada bebrapa konsentrasi, tapi di kampusku hanya ada 3 konsentraasi yaitu: Jurnalistik, Humas, dan Manajemen Komunikasi.
Jujur, tak satupun dari ketiga konsentarsi itu ku minati. Tapi kemudian aku berpikir, konsentrasi mana yang nantinyamemungkinkan aku kerja di kantor. Aku sudah ada pilihan, dan aku memilih Humas. Seminggu kemudian aku berubah pikiran, karena Humas banyak sekali umatnya, layaknya bison yang menuruni tebing untuk mencari air, aku memutuskan untuk pindah kekonsentrasi jurnalistik.
     Aku tahu, aku akan menghadapi masalah besar, krena sesungguhnya dan sejujurnya aku tidak suka menulis. Aku lebih suka ngotak ngatik laptop, bermain disitus, pokoknya didunia TI lah. Jurnalistik sama sekali bukan duniaku, walaupu menurut zodiak aku cocok dibidang jurnalistik.
     Semester 3, awal aku bergelut dikonsentrasi jurnalistik. Sejauh itu, aku masih merasa enjoy dan menerima dengan ikhlas krna beban belum terlalu berat. Sekarang, aku sudah naik ke semester 4, aku merasa semakin lama, jurnalistik semakin membuatku repot dan berpikir keras. Malah sebagian dosen, menuntut orang jurnal harus bisa menulis dan tulisannya dimuat di media cetak ataupun online. Hal ini membuat setengah gila. Aku berpikir dan semakin berpikir keras, gimana caranyamenulis sesuatu sedangkan aku sulit untuk menulis. Jujur saja, seketika kepalaku terasa sakit memikirkan hal itu.
     Sempat terpikirkan oleh ku, aku tak sanggup lagi melanjuti kuliah ku di jurnalistik, aku merasa Ilmu Komunikasi telah menjebakku, dan membuat ku tersesat di dunia pers. Apa aku harus mengulang kembali dengan jurusan yang ku minati (TI/Ilmu Komputer)? Tapi aku tak sanggup lagi jika harus mengulang kuliah. Atau bertahan di jurnalistik dan menanggung sgala resikonya??? Ini juga lebih-lebih membuat ku tak sanggup. Sekali lagi ku tegaskan, “aku sulituntuk menulis”. Aku pengen secepatnya keluar dari jurnalistik ini.
     Ah... entahlah!! Aku gak tau apa yang harus ku lakukan. Kuliah tinggal 2 tahun lagi, satu-satunya solusi yang ps untuk keluar secepatnya dari  jurnal adalah belajar dengan giat. Walaupun dikelas aku pendiam dan sering ngantuk, paling tidak IP tidak boleh turun di setiap semesternya. Dan juga harus didukung oleh doa, berharap kuliah ini cepat selesai dengan cepat.
Usaha tanpa doa, bagai sayur tanpa garam. Dan aku juga berharap, nantinya selesai kuliahaku bisa bekerja di sebuah perusahaan, tapi bukan perusahaan pers.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Big Dreams Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea