Maya Husna
Mahasiswa Ilmu Komunkasi Jurnalistik
Univ. Malikussaleh
-->
Communication Scholars Fresh Graduate (2016)
Aku bukan perempuan kuat, tapi aku jg ga lemah. Aku juga tidak Pinter, tapi bukan berati aku bodoh.
Emang iya kalo dilihat sekilas, aku seperti org yg ga bisa dihandalkan, manja, ga bisa apa-apa. Maka dari itu, kluarga ku sering meremehkan dan memojokkan ku.
Kadang aku sakit hati, selain diremehin ga jarang mereka membandingkan ku dgn adikku. Dan Hal itu bkan hnya terjadi sekali, tapi berkali-kali, disetiap kesempatan pasti terlontar kata-kata yg membandingkan, meremehkan, Dan memojokkan ku.
Entahlah mereka sadar atau tidak, entah pernah terpikir atau tidak, bagaimana jika posisinya terbalik? Bagaimana jika mereka berada di posisi ku?
Mungkin mereka lupa, mereka juga manusia. Manusia ga Ada yg sempurna.
Aku ga pernah menganggap cemoohan yg berkali-kali dilontarkan sebagai motivasi untuk maju. "Aku tidak pernah menganggap itu!!"
Aku yakin dibalik weak chasing ku ini Ada skill yg mereka ga punyai, Ada kekuatan yg pernah mereka sadari.
Mereka siapa? Mereka cma bisa menilai dari luar, meski keluarga ga mgkin dia paham karakter asli ku gimana.
Trlalu sakit hati rasanya, jika ingat kelantaman mulut mereka. Ku pikir, aku ga salah kalo kelantaman mereka ku blas dgn emosi.
Seperti judul cerita ini, bagaimana jika mereka Yang jadi diri ku??
Seharusnya mereka berpikir sebelum berkata. Mereka bukan berhadapan dgn anak dibawah umur yg cma nurut tanpa membantah, atau cuma bisa diam tnpa menyela. Yg dihadapi gadis berusia 21thn, jika mereka lantam, aku bisa lebih lantam sebanrnya, dan aku tentu bisa meremehkan, membandingkan, memojokkan mereka. Mereka ga cukup cerdas dari aku. Tapi, pikiran ku masih sehat, aku milih diam Dan membatin bukan karna aku takut, atau kalah, tapi karna ga gunanya bagi ku meladeni orang yang tidak sebanding dgn ku.
Tidak selamanya, orang yg terlihat paok itu paok. Ilmuan terlihat Gila, tapi dia mampu menghasilkan sebuah temuan yg bermanfaat utk spanjang hidup manusia.
Jadi, jangan pernah meremehkan orang Yang seperti itu.
Justru, manusia yang besar mulut (bekoak sana, bekoak sini) itu paok, Dan akan menyembunyikan kebodohannya itu dengan cakap anginnya.
Saat ini aku ecek2nya mengalah.
Mengalah utk mempersiapkan diri menuju kesuksesan, setelah sukses akan ku beli mulut-mulut orang yg pernah menghina ku!
Big Dreams Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea