Flashy Colorful Pink Yellow Green Star -->

Senin, 06 Juli 2015

Termakan Zaman, atau Terbodohi Zaman?

Diposting oleh Maya Hu di 12.19

Menjamurnya sosial media membuat khalayak luas bukan hanya melek media, melainkan demam media. Pada umumnya, sosial media dibuat untuk memudahkan manusia untuk melakukan komunikasi dengan kerabat, saudara, atau pun mencari teman baru yang berlainan kota, provinsi, atau pun negara. Namun, hal ini sering disalahgunakan oleh sebagian pengguna media sosial. tak jarang media sosial dijadikan sebagai tempat penjualan bayi, hingga penjualan diri (PSK memasang foto porno sebagai profil picture). Hal ini tentu amat sangat disayangkan mengingat pengguna media sosial bukan hanya berumur 18+, melainkan anak di bawah umur juga merupakan penggunanya. Misalnya Facebook, akun ini di tahun 2015 diprediksi akan kembali tumbuh hingga menyentuh level 1.96 milyar. Cukup populer bukan dibandingkan media-media sosial lainnya? Dengan menggunakan Facebook saja situs porno dapat diakses dengan mudahnya, karena banyak akun-akun porno yang dibuat oleh manusia-manusia tak bertanggung jawab. Contoh lainnya, di Instagram  mulai marak penjualan bayi dengan memajang foto bayi yang didapat dari akun pengguna Instagram lainnya. Hal seperti ini dapat merugikan banyak orang pastinya.


Semenjak beredarnya media-media sosial terbaru seperi Path, Instagram, Kik, Tumblr, Ask.FM, dan lain sebagainya banyak orang-orang dari usia belia hingga orang tua yang over exist. Banyak sekali orang-orang sekarang ini pergi ke suatu tempat katakan "puncak Gunung Rinjani" untuk sekedar foto kemudian upload di semua sosial media yang dia punya. Makan es krim tingkat 1000 di foto, terus di upload. Sengaja pergi ke Cafe mewah, cuma untuk foto terus di upload (biar dikatain keren). Yang lebih parah lagi, ziarah ke makam, foto, terus di upload.  Oh God.... bener-bener manusia alay, udik, kampungan, norak!!!!!!!!!!!!!!!


Efeknya tidak cuma berhenti disitu. Perhatikan, setiap ada segerombolan muda-mudi yang nongkrong di Cafe mewah, cafe udik, atau cafe apapun, mereka bukan nongkrong untuk cerita-cerita atau becanda dengan temannya, namun seperti orang yang pamer GADGET. Selalu dipegang, dikotak-katik serasa orang sibuk, padahal cuma buka sosial media untuk stalking orang-orang (mantan, pacar kawan, anak alay, anak salon, anak apapun itulah).


Jika dilihat dari efek-efek negatif seperti di atas, sebenarnya masih banyak lagi efek negatifnya, dapat disimpulkan bahwa sosial media memberikan dampak buruk bagi khalayaknya, terutama bagi khalayakyang baru melek media. mungkin mereka akan terkena semacam "Shock Media Social".


Seharusnya, kita bisa mem-filter diri sendiri agar tidak terlalu terikut oleh zaman. Yang namanya dunia internet, takkan pernah berhenti berkembang sampai disini. Seiring berkembangnya zaman, akan lahir inovasi baru untuk menciptakan sebuah media sosial yang lebih sempurna. Bisa jadi minggu depan launching sosial media terbaru yang kemampuannya melebihi media sosial terdahulu. Jadi, jangan mau menjadi sesosok individu yang mudah dipengaruhi dan dibodohin oleh zaman. Terlalu mengikuti zaman agar tidak dibilang ketinggalan zaman, lama-kelamaan akan menjadi gangguan kejiwaan. Bagaimana mungkin? Tentu ada hubungan karena setiap melihat info apapun dari media yang kita gunakan, bila kita menginginkannya, tapi kita tidak bisa melakukannya, lama-lama jadi kepikiran,apalgi jika kita over atau berlebihkan mengingkannya, lama kelamaan itu akan mengganggu jiwa dan pikiran kita.


So, mulai sekarang cermatlah dalam memakai sosial media, jangan terlalu udik, apa-apa di update, apa-apa di upload, Keliatan banget baru punya gadget-nya. :D

0 komentar:

Posting Komentar

 

Big Dreams Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea