Masalah
Dalam Komunikasi Organisasi
Oleh: Maya Husna
(110240007)
Kata
komunikasi organisasi acap kali berkumandang di telinga kita tapi kita belum
tahu sesungguhnya makna dan fungsi dari komunikasi organisasi. Secara harfiah,
komunikasi organisasi terdiri atas dua kata yaitu komunikasi dan
organisasi. Tidak ada kelompok yang
dapat eksis tanpa komunikasi : pentransferan makna di antara
anggota-anggotanya. Hanya lewat pentransferan makna dari satu orang ke orang
lain informasi dan gagasan dapat dihantarkan. Tetapi komunikasi itu lebih dari
sekedar menanamkan makna tetapi harus juga dipahami (Robbins, 2002 : 310).
Komunikasi
organisasi adalah pengiriman dan penerimaan pesan organisasi didalam kelompok
formal maupun informal dari suatu organisasi (Wiryanto, 2005). Dalam suatu
organisasi sering kali permasalahan terjadi antar anggotanya. Dalam
organisasi apapun dimana kita terlibat di dalamnya, pasti bakal berhadapan
dengan masalah atau konflik. Semakin besar organisasi, semakin rumit pula
keadaannya. Semua aspek, akan mengalami kompleksitas, baik alur informasi,
pengambilan keputusan, pendelegasian wewenang, sumberdaya manusia dan
sebagainya.
Salah satu masalah yang sering
timbul dalam suatu organisasi yaitu masalah etika. Masalah etika selalu timbul
dalam situasi yang melibatkan orang lain, tetapi seringkali organisasi lebih
banyak menyoroti masalah etika ini daripada pihak – pihak lainnya. Pelanggaran
terhadap etika yang telah diterima secara umum merupakan masalah yang harus
diwaspadai dalam organisasi. Masalah
etika dalam organisasi dikelompokkan menjadi 2 bagian, seperti:
- Mengenai praktik organisasi di tempat kerja
- Mengenai keputusan perseorangan
Ini akan terjadi apabila seseorang baik dari tingkat atasan atau bagian
terpenting dalam suatu organisasi mengambil suatu keputusan yang sepihak tanpa
mendiskusikannya terlebih dahulu. Permasalahan yang akan timbul diantaranya
ketidakpercayaan antar anggota didalam organisasi sehingga menimbulkan
perpecahan dalam organisasi.
Selain
masalah etika, ada lagi masalah yang sering terjadi dalam suatu organisasi.
Misalnya pada saat adanya rapat, sering terjadi para anggota rapat sibuk dengan
urusannya sendiri, ada yang bermain handphone
ataupun berbicara dengan salah satu anggota lainnya. Hal semacam ini menyebabkan
terjadinya miss communication antar
anggota rapat dengan pematerinya. Komunikasi yang tercipta dalam keadaan
organisasi yang seperti ini tidaklah efektif.
Solusi dalam penanganan konflik maupun permasalahan dalam organisasi, bisa
dengan:
- Introspeksi diri
- Mengevaluasi pihak yang terlibat
- Identifikasi sumber masalah
- Mengetahui pilihan penyelesaian atau penanganan konflik yang ada dan memilih yang tepat.
Cara
pemecahan masalah itu sendiri tergantung seberapa kreatifkah kita menyikapi
masalah, dan bagaimana mengambil cara yang terbaik dalam memecahkan suatu
masalah. Tapi, pilihan pertama yang diambil seringkali bukanlah solusi
terbaik. Secara tipikal, dalam pemecahan masalah, kebanyakan orang
menerapkan solusi yang kurang dapat diterima atau kurang memuaskan, dibanding
solusi yang optimal atau yang ideal (Whetten & Cameron, 2002). Pemecahan
masalah yang tidak optimal ini, bukan tidak mungkin dapat memunculkan masalah
baru yang lebih rumit dibandingkan dengan masalah awal.
-->
0 komentar:
Posting Komentar