Efektivitas
Komunikasi Dalam Pembangunan Daerah
Komunikasi merupakan proses
interaksi antara satu individu dengan individu lainnya, dimana dalam interaksi
tersebut terdapat komunikator, pesan, media komunikan, efek, dan juga timbal
balik (feedback). Menurut Effendi
(1999), komunikasi merupakan kesamaan pengertian dalam apa yang disampaikan
baik secara persuasif maupun informatif. Dalam ilmu komunikasi ada istilah
komunikasi pembangunan, yang merupakan segala upaya dan cara, serta teknik penyampaian gagasan, dan
keterampilan-keterampilan pembangunan yang berasal dari pihak yang memprakarsai
pembangunan dan ditujukan kepada masyarakat luas.
Pembangunan berarti perubahan,
perbaikan menuju yang lebih baik, misalnya pembangunan dibidang ekonomi,
pendidikan, pertanian, ataupun pembangunan di suatu daerah. Didalam komunikasi
pembangunan ada beberapa strategi, strategi yang telah digunakan selama ini
adalah strategi pembangunan menurut AED (1985) sebagai berikut:
a.
Strategi-strategi
yang didasarkan pada media yang dipakai (media
based strategy).
b. Strategi-strategi
disain instruksional.
c. Strategi-strategi
partisipatori.
d. Strategi-strategi
pemasaran (Nasution, 2004:164).
Masing-masing
strategi mencerminkan suatu rangkaian prioritas tertentu mengenai bagaimana
menggunakan komunikasi untuk mencapai kebutuhan-kebutuhan pembangunan.
Kedudukan komunikasi dalam pembangunan sangatlah
penting. Komunikasi dalam mewujudkan pembangunan suatu daerah haruslah
dilakukan secara efektif, agar pembangunan dapat berjalan lancar sesuai dengan
yang sudah direncanakan. Aspek efektivitas komunikasi sangat penting karena
membutuhkan keterlibatan aktif pihak-pihak yang terkait agar kelompok
masyarakat tidak hanya menjadi alat penyaluran informasi dari pemerintah saja,
tetapi diharapkan dapat menjadi sarana diskusi dan dialog sehingga amasyarakat
mengenali masalah-masalah mereka dan sekaligus mencari pemecahannya.
Pembangunan disuatu daerah akan terus berjalan dari waktu ke
waktu, apalagi Indonesia merupakan negara berkembang pastilah pembangunan akan
terus berjalan baik pembangunan fisik maupun non fisik. Untuk melakukan
pembangunan agar berjalan sesuai dengan yang sudah direncanakan Pemerintah
harus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar masyarakat dapat
mengetahuinya.
Dapat kita ambil contoh di daerah Aceh, yang
sebagian besar masyarakatnya bekerja sebagai petani. Perlu adanya pembangunan pertanian yang
dilakukan di Aceh, yang semula masyarakatnya membajak sawah dengan cara tradisional yaitu
menggunakan kerbau, tapi seiring perkembangan zaman membajak sawah tak lagi
menggunakan kerbau, melainkan menggunakan traktor.
Sebelum mengadakan perubahan ini, pemerintah atau
pemuka pendapat (opinion leaders)
daerah setempat harus melakukan sosialisasi terhadap masyarakatnya mengenai
perubahan yang akan dilakukan. Bila perubahan tersebut diterima oleh masyarakat
setempat, maka barulah ditetapkan perubahan itu didaerah tersebut.
Keefektivan komunikasi dalam suatu
pembangunan tak hanya dilakukan oleh pemerintah saja, tapi masyarakatnya juga
bisa melakukan komunikasi dengan efektif saat mengadakan sosialisasi mengenai
pembangunan kepada masyarakat lainnya, karena dalam komunikasi pembangunan yang menjadi
komunikator tak harus pemerintah. Peran masyarakat sangat penting dalam
pembangunan, karena dengan adanya partisipasi masyarakat pembangunan yang akan
diadakan pada suatu daerah akan terlaksana.
Menurut Ravianto (1989:113), efektivitas
merupakan seberapa baik pekerjaan yang dilakukan, sejauh mana orang
menghasilkan keluaran sesuai dengan yang diharapkan. Ini berarti bahwa apabila
suatu pekerjaan dapat diselesaikan dengan perencanaan, baik dalam waktu, biaya
maupun mutunya, maka dapat dikatakan efektif. Sedangkan menurut
Ensiklopedia administrasi, (The Liang Gie, 1967),
efektifitas
adalah suatu keadaan yang mengandung pengertian mengenai terjadinya suatu efek
atau akibat yang dikehendaki, kalau seseorang melakukan suatu perbuatan dengan
maksud tertentu yang memang dikehendaki, maka orang itu dikatakan efektif kalau
menimbulkan atau mempunyai maksud sebagaimana yang dikehendaki.
Dalam meningkatkan efektivitas, komunikasi
pembangunan sangatlah penting. Dalam hal ini pengalaman menunjukkan bahwa
perlunya menjadi pertimbangan dan penerapan komunikasi modern, bahwa terdapat orientasi
politik dalam komunikasi pembangunan Hedebro (Soemardjo, 1999), dimana:
a. Setiap
orang berhak untuk mendapatkan kebutuhan informasi sesuai dengan konsensus
masyarakat yang berlaku.
b. Perlu
adanya keseimbangan antara pertukaran informasi pada tingkat personal,
regional, dan rasional.
c. Informasi
dari luar perlu diimbangi dengan informasi nasional yang memadai
d. Perlu
dimungkinkan untuk terciptanya struktur komunikasi dua arah pada setiap level
masyarakat.
e. Setiap
orang perlu punya kesempatan untuk berkomunikasi sesuai dengan kemampuannya dan
ada perhatian untuk efektivitas komunikasi.
f. Partisipasi
individu dalam masyarakat perlu dihargai secara layak.
g. Setiap
orang berhak menjadi komunikator untuk mendapatkan kebutuhan dasar secara
konstutisional.
Dalam membangun sebuah daerah perlu adanya
pendekatan-pendekatan terlebih dahulu kepada masyarakat. Pendekatan tersebut
bisa dilakukan melalui media massa, pendekatan kelompok, pendekatan individu,
ataupun menggunakan metode ceramah dan diskusi yang disertai alat peraga.
Hal terpenting agar suatu daerah bisa mengalami
perubahan yang positif yaitu pastisipasi dari masyarakat itu sendiri. Apabila
masyarakat pada suatu daerah tidak mau mendukung atau berpartisipasi untuk
melakukan perubahan yang positif bagi daerahnya maka pambangunan yang telah
direncanakan oleh pemerintah tidak akan berjalan lancar.
-->
0 komentar:
Posting Komentar