Flashy Colorful Pink Yellow Green Star -->

Rabu, 17 Juli 2013

indept report

Diposting oleh Maya Hu di 10.16
Efektivitas Komunikasi Dalam Pembangunan Daerah


            Komunikasi merupakan proses interaksi antara satu individu dengan individu lainnya, dimana dalam interaksi tersebut terdapat komunikator, pesan, media komunikan, efek, dan juga timbal balik (feedback). Menurut Effendi (1999), komunikasi merupakan kesamaan pengertian dalam apa yang disampaikan baik secara persuasif maupun informatif. Dalam ilmu komunikasi ada istilah komunikasi pembangunan, yang merupakan segala upaya dan cara, serta teknik penyampaian gagasan, dan keterampilan-keterampilan pembangunan yang berasal dari pihak yang memprakarsai pembangunan dan ditujukan kepada masyarakat luas.
            Pembangunan berarti perubahan, perbaikan menuju yang lebih baik, misalnya pembangunan dibidang ekonomi, pendidikan, pertanian, ataupun pembangunan di suatu daerah. Didalam komunikasi pembangunan ada beberapa strategi, strategi yang telah digunakan selama ini adalah strategi pembangunan menurut AED (1985) sebagai berikut:
a.       Strategi-strategi yang didasarkan pada media yang dipakai (media based strategy).
b.      Strategi-strategi disain instruksional.
c.       Strategi-strategi partisipatori.
d.      Strategi-strategi pemasaran (Nasution, 2004:164).
Masing-masing strategi mencerminkan suatu rangkaian prioritas tertentu mengenai bagaimana menggunakan komunikasi untuk mencapai kebutuhan-kebutuhan pembangunan.
Kedudukan komunikasi dalam pembangunan sangatlah penting. Komunikasi dalam mewujudkan pembangunan suatu daerah haruslah dilakukan secara efektif, agar pembangunan dapat berjalan lancar sesuai dengan yang sudah direncanakan. Aspek efektivitas komunikasi sangat penting karena membutuhkan keterlibatan aktif pihak-pihak yang terkait agar kelompok masyarakat tidak hanya menjadi alat penyaluran informasi dari pemerintah saja, tetapi diharapkan dapat menjadi sarana diskusi dan dialog sehingga amasyarakat mengenali masalah-masalah mereka dan sekaligus mencari pemecahannya.
            Pembangunan disuatu  daerah akan terus berjalan dari waktu ke waktu, apalagi Indonesia merupakan negara berkembang pastilah pembangunan akan terus berjalan baik pembangunan fisik maupun non fisik. Untuk melakukan pembangunan agar berjalan sesuai dengan yang sudah direncanakan Pemerintah harus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar masyarakat dapat mengetahuinya.
Dapat kita ambil contoh di daerah Aceh, yang sebagian besar masyarakatnya bekerja sebagai petani.  Perlu adanya pembangunan pertanian yang dilakukan di Aceh, yang semula masyarakatnya  membajak sawah dengan cara tradisional yaitu menggunakan kerbau, tapi seiring perkembangan zaman membajak sawah tak lagi menggunakan kerbau, melainkan menggunakan traktor.
Sebelum mengadakan perubahan ini, pemerintah atau pemuka pendapat (opinion leaders) daerah setempat harus melakukan sosialisasi terhadap masyarakatnya mengenai perubahan yang akan dilakukan. Bila perubahan tersebut diterima oleh masyarakat setempat, maka barulah ditetapkan perubahan itu didaerah tersebut.
            Keefektivan komunikasi dalam suatu pembangunan tak hanya dilakukan oleh pemerintah saja, tapi masyarakatnya juga bisa melakukan komunikasi dengan efektif saat mengadakan sosialisasi mengenai pembangunan kepada masyarakat lainnya, karena dalam  komunikasi pembangunan yang menjadi komunikator tak harus pemerintah. Peran masyarakat sangat penting dalam pembangunan, karena dengan adanya partisipasi masyarakat pembangunan yang akan diadakan pada suatu daerah akan terlaksana.
Menurut Ravianto (1989:113), efektivitas merupakan seberapa baik pekerjaan yang dilakukan, sejauh mana orang menghasilkan keluaran sesuai dengan yang diharapkan. Ini berarti bahwa apabila suatu pekerjaan dapat diselesaikan dengan perencanaan, baik dalam waktu, biaya maupun mutunya, maka dapat dikatakan efektif. Sedangkan menurut Ensiklopedia administrasi, (The Liang Gie, 1967), efektifitas adalah suatu keadaan yang mengandung pengertian mengenai terjadinya suatu efek atau akibat yang dikehendaki, kalau seseorang melakukan suatu perbuatan dengan maksud tertentu yang memang dikehendaki, maka orang itu dikatakan efektif kalau menimbulkan atau mempunyai maksud sebagaimana yang dikehendaki.
Dalam meningkatkan efektivitas, komunikasi pembangunan sangatlah penting. Dalam hal ini pengalaman menunjukkan bahwa perlunya menjadi pertimbangan dan penerapan  komunikasi modern, bahwa terdapat orientasi politik dalam komunikasi pembangunan Hedebro (Soemardjo, 1999), dimana:
a.       Setiap orang berhak untuk mendapatkan kebutuhan informasi sesuai dengan konsensus masyarakat yang berlaku.
b.      Perlu adanya keseimbangan antara pertukaran informasi pada tingkat personal, regional, dan rasional.
c.       Informasi dari luar perlu diimbangi dengan informasi nasional yang memadai
d.      Perlu dimungkinkan untuk terciptanya struktur komunikasi dua arah pada setiap level masyarakat.
e.       Setiap orang perlu punya kesempatan untuk berkomunikasi sesuai dengan kemampuannya dan ada perhatian untuk efektivitas komunikasi.
f.       Partisipasi individu dalam masyarakat perlu dihargai secara layak.
g.      Setiap orang berhak menjadi komunikator untuk mendapatkan kebutuhan dasar secara konstutisional.
Dalam membangun sebuah daerah perlu adanya pendekatan-pendekatan terlebih dahulu kepada masyarakat. Pendekatan tersebut bisa dilakukan melalui media massa, pendekatan kelompok, pendekatan individu, ataupun menggunakan metode ceramah dan diskusi yang disertai alat peraga.
Hal terpenting agar suatu daerah bisa mengalami perubahan yang positif yaitu pastisipasi dari masyarakat itu sendiri. Apabila masyarakat pada suatu daerah tidak mau mendukung atau berpartisipasi untuk melakukan perubahan yang positif bagi daerahnya maka pambangunan yang telah direncanakan oleh pemerintah tidak akan berjalan lancar.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Big Dreams Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea