PENTINGNYA KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA
SEBAGAI PROSES INTERAKSI SOSIAL
Oleh: Maya Husna (110240007)
Interaksi sosial merupakan suatu fondasi dari hubungan
yang berupa tindakan yang berdasarkan norma dan nilai sosial yang berlaku dan
diterapkan didalam masyarakat. Dengan adanya nilai dan norma yang berlaku,
interaksi sosial itu sendiri dapat berlangsung
dengan baik. Jika tidak ada kesadaran atas pribadi masing-masing, maka
proses sosial itu sendiri tidak dapat berjalan sesuai dengan yang kita
harapkan. Didalam kehidupan sehari-hari tentunya manusia tidak dapat lepas dari
hubungan antara satu dengan yang lainnya, ia akan selalu perlu untuk mencari
individu ataupun kelompok lain untuk dapat berinteraksi ataupun bertukar
pikiran.
Zoon Politicion mengatakan bahwa manusia itu adalah
makhluk sosial, yang dalam kehidupannya selalu berinteraksi dengan manusia
lainnya. Dalam kenyataan sosial, manusia tidak dapat dikatakan berinteraksi
sosial kalau dia tidak berkomunikasi. Dapat dikatakan pula bahwa interaksi antar
budaya yang efektif sangat tergantung dari komunikasi antar budaya. Maka dari
itu kita perlu tahu apa-apa yang menjadi unsur-unsur dalam terbentuknya proses
komunikasi antar budaya yang antara lain adalah adanya komunikator yang
berperan sebagai pemrakarsa komunikasi, komunikasn sebagai pihak yang menerima
pesan, pesan/simbol sebagai ungkapan pikiran, ide, atau gagasan, perasaan yang
dikirim komunikator kepada komunikan dalam bentuk simbol.
Komunikasi itu muncul karena adanya kontak mata,
interaksi dan hubungan antaar warga masyarakat yang berbeda kebudayaannya,
sehingga “kebudayaan adalah komunikasi” dan “komunikasi adalah kebudayaan”,
begitulah kata Edward T. Hall. Jadi sebenarnya tidak ada komunitas tanpa
kebudayaan. Dengan kata lain, tidak ada komunitas, tidak ada masyarakat, dan
tidak ada kebudayaan tanpa komunikasi. Disinilah pentingnya kita mengetahui
komunikasi antar budaya itu. Pentingnya komunikasi antar budaya mengharuskan
semua orang untuk mengenal panorama dasar-dasar komunikasi antaar budaya itu.
Keragaman hubungan sosial dalam suatu masyarakat bisa
terjadi karena masing-masing suku bangsa memiliki kebudayaan yang berbeda-beda,
bahkan dalam satu suku bangsa pun memiliki perbedaan. Namun perbedaan-perbedaan
yangada itu adalah suatu gejala sosial yang wajar dalam kehidupan sosial.
Berdasarkan hal itulah, maka didapatkan suatu pengertian tentang keragaman hubungan sosial, yang
merupakan suatu pergaulan hidup manusia
dari berbagai tipe kelompok yang
terbentuk melalui interaksi sosial yang berbeda dalam kehidupan masyarakat..
Keragaman
hubungan sosial dapat menimbulkan ketidak harmonisan, pertentangan, pertikaian
antar suku bangsa maupun intern suku bangsa. Jika keselarasan tidak ditanamkan
sejak dini, terutama dalam masyarakat majemuk seperti, Indonesia yang memiliki
keragaman hubungan sosial, maka dampak negatif tersebut akan menjadi kenyataan.
Sebaliknya, jika keselarasan dipupuk terutama dalam masyarakat majemuk, maka
dampak negatif tersebut tidak akan terjadi, bahkan keragaman kebudayaan dalam masyarakat
majemuk akan menjadi suatu aset budaya yang tak ternilai harganya.
Interaksi sosial tidak terjadi begitu saja, tetapi ada
syarat-syarat tertentu agar interaksi itu dapat berlangsung. Syarat-syarat
tersebut adlah adanya kontak sosial dan komunikasi. Komunikasi antar budaya bertujuan menciptakan
persamaan diantara orang-orang dari dua budaya yang berbeda. Selain menjadi
tingkah laku yyang diajarkan, komunikasi berfungsi sebagai alat untuk
mensosialisasikan nilai-nilai budaya kepada masyarakatnya melalui komuniksi
lisan, tertulis, maupun non verbal. Persepsi individu mengenai dunia sekelilingnya dapat mempengaruhi
berlangsungnya komunikasi lintas budaya.
Budaya dan komunikasi tidak dapat dipisahkan oleh karena
budaya tidak hanya menentukan siapa berbicara dengan siapa, tentang apa, dan
bagaiman orang tersebut menyandi pesan, maka yang ia miliki untuk pesan, dan
kondisi-kondisi untuk mengirim, memperhatikan dan menafsirkan pesan. Sebenarnya
seluruh perbendaharaan perilaku kita sangat nergantung pada budaya tempat kita
dibesarkan. Konsenkuensinya, budaya merupakan landasan komunikasi, bila budaya
beraneka ragam, maka beraneka ragam pula praktik-praktik komunikasi.
Dalam banyak hal, hubungan antara budaya dan komunikasi
bersifat timbal balik, keduanya saling mempengaruhi. Apa yang kita bicarakan,
bagaimana kita membicarakannya, apa yang kita lihat, kita perhatikan, kita
abaikan, bagaimana kita berpikir, apa yang kita perhatika dipengaruhi oleh
budaya. Budaya takkan hidup tanpa komunikasi, dan komunikasi pun takkan hidup
tanpa budaya. Masing-masing tak dapat berubah tanpa menyebabkan perubahan pada
yang lainnya. Masalah utama dalam komunikasi antar budaya adalah kesalahan
dalam persepsi sosial yang disebabkan oleh perbedaan-perbedaan budaya yang
mempengaruhi proses persepsi.
Keberadaan budaya sangat menentukan keberhasilan dalam
komunikasi. Budaya merupakan cara hidup atau cara berperilaku yang didasarkan
atas norma-norma dan nilai-nilai yang disepakati untuk mengatur kehidupan
bersama dalam sebuah entitas kehidupan. Setiap budaya memberi identitas kepada
sekelompok orang tertentu sehingga jika ingin lebih mudah memahami
perbedaan-perbedaan yang terdapat dalam masing-masing budaya tersebut paling
tidak kita harus mampu untuk mengidentifikasi identitas dari masing-masing
budaya tersebut. Identitas dapat dilihat dari elemen budaya yang tidak terhitung jumlahnya. Elemen buday yang
penting antara lain terlihat pada sejarah, agama, nilai, organisasi sosial dan
bahasa.
Perbedaan ekspektasi budaya dapat menimbulkan resiko yang
fatal dalam komunikasi. Sebagai satu jaln keluar untuk meminimalisirkan
kesalahpahaman akibat perbedaan budaya adalah dengan memahami prinsip-prinsip
komunikasi lintas budaya. Komunikasi lintas budaya terjadi bila pengirim pesan
adalah anggota dari suatu budaya dan pemerimanya adalah anggota dari suatu
budaya yang lain. Oleh karena itu, perlu memahami budaya sebagai konstruksi
teori komunikasi. Budaya-buday yang berbeda memiliki sistem-sistem nilai yang
berbeda dan karenanya ikut menentukan tujuan hidup yang berbeda, juga
menentukan cara komunikasi kita yang sangat dipengaruhi oleh bahasa, aturan,
dan norma yang ada pada masing-masing budaya. Sehingga sebenarnya dalam setiap
kegiatan komunikasi kita dengan orang lain selalu mengandung potensi komunikasi
antar budaya, kareana kita akan selalu berada pada “budaya” yang berbeda dengan
orang lain, seberapa pun kecilnya perbedaan itu.
Sebagai salah satu jalan keluar untuk meminimalisir
kesalahpahaman-keslahpahaman akibat perbedaan budaya adalah dengan mengerti
atau paling tidak mengetahui bahasa dan perilaku budaya orang lain, mengetahui
prinsip-prinsip komunikasi lintas budaya dan mempraktikannya dalam
berkomunikasi dengan orang lain. Kebutuhan untuk mempelajari komunikasi lintas
budaya ini semaikn terasakan karena semakin terbukanya pergaulan kita dengan
orang-orang dari berbagai budaya yang berbeda, disamping kondisi bangsa
Indonesia yang sangat majemuk denagn berbagai ras, suku bangsa, agama, latar
belakang daerah (kota atau desa), latar belakang pendidikan, dan sebagainya.
-->
0 komentar:
Posting Komentar