PERANAN
KOMUNIKASI DAN BUDAYA DALAM KEHIDUPAN
Oleh: Maya Husna (110240007)
Dalam kehidupannya,
manusia tak pernah lepas dari komunikasi. Komunikasi ini terjadi sebagai akibat
dari kehidupan sosial manusia. Komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan
(ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi saling
mempengaruhi diantara keduanya. Dan proses berkomunikasi itu merupakan sesuatu
yang tidak mungkin tidak dilakukan oleh seseorang karena setiap perilaku
seseorang memiliki potensi komunikasi.
Proses komunikasi
melibatkan unsur-unsur sumber (komunikator), pesan, media, penerima dan efek.
Disamping itu proses komunikai juga merupakan sebuah proses yang sifatnya
dinamis, terus berlangsung, dan selalu berubah, serta interaktif, yaitu terjadi
antara sumber penerima. Proses komunikasi juga terjadi dalam konteks fisik dan
konteks sosial, karen komuniksi bersifat interaktif sehingga tidak mungkin
proses komunikasi terjadi dalam kondisi terisolasi.
Konteks fisik dan
konteks sosial inilah yang kemudian merefleksikan bagaimana seseorang hidup dan
berinteraksi dengan orang lainnya sehingga terciptalah pola-pola interaksi
dalam masyarakat yang kemudain berkembang menjadi suatu budaya. Adapun budaya
itu sendiri berkenaan dengan cara hidup manusia. Bahasa, persahabatan,
kebiasaan makan, praktek komunikasi, tindakan-tindakan sosial,
kegiatan-kegiatan ekonomi, dan teknologi semuanya didasarkan pada pola-pola
budaya yang ada di masyarakat.
Budaya adalah suatu
konsep yang membangkitkan minat. Sacara formal budaya didefinisikan sebagai
tatanan pengetahuan, pengalaman, kepercayaan, nilai, sikap, makna, hirarki,
agama, waktu, peranan, hubungan ruang, konsep alam semesta, objek-objek materi
dan milik yang diproleh sekelompok besar orang dari generasi ke generasi melalui
usaha individu dan kelompok.
Bahasa dan budaya
adalah dua hal yang tidak mungkin dipisahkan dalam pengembangan dan perubahan
yang dialami setiap individu dan masyarakat. Setiap masyarakat mempunyai bahsa
dan budaya yng menjadi alat komunikasi dan sekaligus menjadi sarana
pembentukkan budaya.
Dalam menyusun
perencanaan komunikasi lintas budaya ada beberapa prinsip yang harus
diperhatikan, yakni:
1. Prinsip
keselarasan (compatible).
2. prinsip
kesesuaian dengan kebutuhan (need) sasaran, terutama menjawab masalah need
berdasarkan tahp-tahap kebutuhanm dari Maslow (kebutuhan biologis, sosiologis,
dan psikologis).
3. Prinsip
pelaksaan suatu proses belajar mengajar yang efektivitasnya dipengaruhi oleh
sifat atau ciri sasaran masyarakat di desa, tenaga pengajar, fasilitas, materi,
dan kondisi lingkungan.
4. Prinsip
pelaksaan yang bertujuan mengembangkan sikap, pengetahuan, keterampilan dan
sikap serta kemampuan msyarakat di desa sasaran.
Penelitian
komunikasi lintas budaya memfokuskan perhatian pada bagaimana budaya-budaya
yang berbeda berinteraksi dengan proses komunikasi bagaimana komponen-komponen
komunikasi berinteraksi dengan komponen-komponen budaya.
Kita
menyadari bahwa setiap budaya memiliki kekhasannya masing-masing. Bahkan sering
kalisalingt bertolak belakang. Disatu budaya sikap tertentu dapat diterima,
namun dalam budaya yang lain tidak.
Perbedaan-perbedaan
ekspektasi budaya dapat menimbulkan resiko yang fatal, setidaknya akan
menimbulkan komunikasi yang tidak lancar, timbul perasaan tidak nyaman atau
timbul kesalahpahaman. Akibat dari kesalahpahaman-kesalahpahaman itu banyak
kitatemui dalam berbagai kejadian yang mengandung etnosentrisme dewasa ini
dalam wujud konflik-konflik yang berujung pada kerusuhan atau pertentanagn
antar etnis.
Sebagai salah satu
jalan keluar untuk meminimalisir kesalahpahaman-kesalahpahaman akibat perbedaan
budaya adalah dengan mengerti atau paling tidak kita mengetahui bahasa dam
perilaku budaya lain, mengetahui prinsip-prinsip komunikasi lintas budaya dan
mempraktikkannya dalam berkomunikasi dengan orang lain. Kebutuhan untuk
mempelajari komunikasi lintas budaya ini semaikn terasakan karena semakin
terbukanya pergaulan kita dengan orang-orang dari berbagai budaya yang berbeda,
disamping kondisi bangsa Indonesia yang sangat majemuk denagn berbagai ras,
suku bangsa, agama, latar belakang daerah (kota atau desa), latar belakang
pendidikan, dan sebagainya.
Didalam
kehidupan sehari-hari, bahasa, dan budaya sangatlah penting, hal ini di
karenakan bahasa dan budaya merupakan bagian yang tidak terpisahkan. Contohnya
saja ketika kita berada di daerah yang kita tinggal, yang memiliki perbedaan
bahasa dan budaya, maka kita harus bisa sesuaikan dengan keadaan daerah
tersebut tanpa menbeda-bedakan bahsa dan budaya tersebut. Untuk menghindari
konflik yang terjadi, kita harus beradaptasi dengan kehidupan di daerah yang
berbeda bahasa dan budaya tersebut, buakn hanya itu kita juga harus mempelajari
sedikit demi sedikit bahasa dan budaya daerah yang kita tinggal.
Komunikasi
dan budaya merupakan dua hal yang sangat berkaitan, lain daerah lain pula
bahasa dan budaya yang ada. Di Indonesia sendiri terdiri dari beberapa suku dan
budaya, yang masing-masing memiliki perbedaan bahsa dan budaya. Maka sudah
seharusnya kita saling toleransi dan bertenggang rasa dlam menjalin kehidupan.
Khusus
daerah Aceh sendiri memiliki perbedaan bahasa dan budaya yang ada, ada suku
Alas, Gayo, dan lain sebagainya. Namun jarang kita temui adanya konflik yang
disebabkan oleh perbedaan komunikasi dan budaya. Sikaap saling menghormati satu
sama lain dalam kehidupan sehari-hari sangatlah penting untuk menghindari
konflik-konflik.
Pada
masa konflik, perbedaan bahasa dan budaya sangat kita rasakan, hal inilah yang
terjadi di Aceh. Perbedaan bahasa dan budaya pada saat itu mengakibatkan
konflik, bukan hanya soal pemerintahan tetapi juga bahasa dan budaya. Namun
setelah Aceh damai, maka perbedaan bahsa dan budaya sudah tidak ada lagi kita
rasakan, hal ini bisa kita lihat pada saat Tsunami melanda Aceh, banyak orang
asing yang msuk ke Aceh untuk membantu korbaan Tsunami Aceh. Aceh menerima
perbedaan bahasa dan budaya yang masuk. Hal ini dilakukan demi menjaga
perdamaian Aceh.
Maka
dapat kita ketahui behwasannya peranan komunikasi dan budaya dalam kehidupan
sangatlah penting.karena setiap daerah memiliki berbagai macam suku, rs, dan
budaya mereka masing-masing yang harus kita hargai dan hormati.
-->