Flashy Colorful Pink Yellow Green Star -->

Senin, 06 Mei 2013

SEKILAS!!

Diposting oleh Maya Hu di 06.11 1 komentar


SEKILAS TENTANGKU

Sejak aku menginjakkan kaki di SMA, aku sudah mempunyai keinginan untuk berkuliah di universitas favoritku, Universitas Sumatra Utara. Ketika aku kelas XII, aku mengikuti SNMPTN jalur undangan yang diselenggarakan oleh sekolah. Dan aku memilih universitas yang ku impi—impikan , USU dan pilihan kedua UNIMAL ( hanya sebagai batu loncatan saja).
                Waktu terasa cepat berlalu, hari ini adalah hari dimana pengumuman kelulusan di umumkan. Dan hasilnya..... aku lulus dengan hasil yang memuaskan. Hari ini, bukan hanya hari kelulusan sekolah, tapi juga hari dimana memasuki kehidupan yang sebenarnya...

***
            18 mei 2011, hari ini pengumuman SNMPTN undangan akan diumumkan secara online. Pada saat itu aku sedang berlibur di rumah saudara ku di Medan.  Karena hari sudah malam, dan kebetulan rumahnya agak jauh dari warnet, jadi aku harus menunda sampai besok pagi untuk melihat pengumumannya. Keesokkan paginya, aku langsung ke warnet untuk melihat pengumumannya. Hasilnya aku LULUS, tapi di UNIMAL. Seketika perasaan senangku berubah menjadi kecewa, dan sedih. Kenapa aku enggak di terima di universitas yang ku idam-idamkan?
Sempat ku berpikir aku tak mau melanjutkan ke perguruan tinggi, aku ingin bekerja saja. Tapi di satu sisi aku belum pecaya diri untuk bekerja, aku belum siap mental.
            Kabar bahwa aku lulus SNMPTN, sudah sampai ke telinga orang tua ku. Ibu ku sangat bangga, dan senang, begitu juga dengan ayah tiri ku. Mereka sepakat buat membiayai kuliah ku. Tapi aku berontak, aku tak mau kalau harus kuliah di universitas yang tidak  ku inginkan, apalagi lokasi kampusnya berada di Aceh. Saat itu aku benar-benar terpukul, dan tak tahu harus berbuat apa. Aku benar-benar down. Aku tetap kukuh pada pendirianku yang tak mau kuliah di universitas itu. Segala hal ku lakukan agar aku di kasih untuk ikut ujian SNMPTN tertulis, di mulai dari mogok makan, merajuk berkepanjangan, dan aku tak bicara dengan orang-orang di rumahku. Tapi hal itu juga tidak membuat ibuku memberi ku izin mengikuti ujian SNMPTN tertulis.

            31 Mei 2011, seharusnya ditanggal itu aku ikut ujian SNMPTN tertulis di gedung Satra USU, tapi kenyataannya ditanggal itu aku dibawa nyokap ku ke Aceh untuk daftar ulang. Pastinya aku merasa kesal, amat sangat kesal. Sampai aku tak sadar, aku meneteskan air mata ketika dalam perjalanan ke Aceh. Bahkan sampai di sana pun, ketika proses daftar ulang aku kembali menangis karena memang aku tak mau kuliah di kota gersang dan penuh peraturan yang membuatku muak. Aku tak peduli dengan orang-orang di sekitar tempat pendaftaran ulang melihatku menangis. Aku tak kenal mereka, dan mereka tak kenal aku. So, aku gag peduli.
            Hal yang membuatku risih ketika masuk ke kota asing ini yaitu, masyarakatnya yang begitu kampungan dan udik. Kenapa?? Gaya ku memang berbeda dengan orang sini, dan orang-orang disini melihatku seperti tak pernah liat manusia. Sungguh membuat ku ingin tertawa, menertawakan mereka maksudnya.
Kali ini aku tak bisa mengelak lagi. Aku benar-benar akan kuliah di Unimal, karena akting ku tak berhasil.

***

            Hari ini ospek pertama ku. Benar-benar hari yang membosankan. Pertama kalinya aku pakai rok panjang dan jilbab, sungguh membuatku repot. Style ku pastinya berbeda dengan yang lain, rok itam yang gantung ku pakai di pinggul, kemeja putih yang ketat, dan bajunya ku masukkan ke dalam rok agar terlihat rapi, serta sepatu itam yang sedikit mentel.
Tapi, hari ke sekian ospek aku di tegur ama mentor udik soal baju yang ku pakai. Dibilangnya, “rapi gag harus baju dimasukin kedalamlah, bergaya kalilah dibilangnya aku, roknya di pinggul”, sumpah ngenes kali aku di ceramahin dia. Memang gag ngerti gaya, n gag ngerti gimana yang dikatakan rapi. Di kota ku sana, kalo mau rapi ya bajunya harus dimasukkan kedalam. Tapi kalo disini ya gag taulah, selalu bertentangan dengan hukum agama sepertinya.  Sampai sekarang aku benci liat kakak yang protes aku, untung tak pernah nampak lagi muka dia di kampus.
            Aku seperti merasa terasing disini. Selalu menggunakan bahasa Aceh kalau ngomong, aku yang ada di dekat mereka jadi merasa seperti mereka sedang membicarakan ku, walaupun sebenarnya enggak. Dan aku yakin, bukan aku saja yang merasakan seperti itu, mahasiswa lain yang datang dari luar kota pun akan merasakan apa yang ku rasa jika mereka berada di posisiku.
            Aku merasa tertekan batin tinggal disini. Aku tak betah. Apalagi disini sering terjadi gempa, dan dulu pernah konflik, hal-hal semacam itu buat aku merasa terancam tinggal disini. Aku rasa tempat ini penuh tantangan yang bisa membahayakan jiwa. Suasana disini juga terkadang terasa mencekam. Aku pengen banget secepatnya keluar dari tempat ini. Tapi, gag tau gimana caranya. Aku udah bicarakan soal aku mintak pindah kuliah sama orang tua ku. Orang tua ku setuju aku pindah kuliah ke Medan, tapi salahnya gag ada yang bisa bantu buat aku pindah kampus.
           
***

            Sudah hampir dua tahun aku berusaha bertahan disini, kuliah ku udah tingkat empat. Tapi tetap aku tak betah disini. Setiap hari aku ingin pulang ke Medan. Aku tak terbiasa hidup dengan penuh peraturan seperti di tempat ini. Aku terbiasa bebas. Dan disini, tak seperti di kota tempat asal ku. Sangat jauh berbeda, bahkan masyarakatnya pun sangat berbeda. Aku tak mau bercerita banyak tentang masyarakat sini, cukup aku saja yang tahu karena aku bisa nilai sendiri gimana orang-orang disini.
            Setiap harinya aku selalu buat diriku senang dengan caraku sendiri. Apapun ku lakukan biar aku bisa betah disini. Tapi ternyata, hasilnya NIHIL. Dulu saudara ku pernah bilang gini sama ku, “kalau nanti udah punya banyak temen pasti betah disini. Apalagi kalau udah punya pacar, pasti gag ingat pulang ke Medan”. Faktanya, temenku banyak disini, pacarku juga ada sekampus sama ku, tapi aku tetap ingin pulang ke Medan. Aku gag betah tinggal di sini, aku gag cocok tinggal di sini, kota ini bukan tempat ku.
Di sini, di tempat ini gag da zatnya, tak ada hiburan. Setiap haripun aku boring disini, layaknya penjara bagi ku. Aku bisa keluar dari sini, jika kuliah ku sudah selesai. Mirip kan kaiak orang di penjara, narapidana  bisa keluar dari penjara kalau masa hukumannya udah selesai.
            Kuliahku tinggal dua tahun lagi lah bisa dibilang. Tapi terasa seperti dua abad lagi. Tingkat kebosanan ku tinggal di sini udah mencapai nirwana.  Entahlah, rasanya aku udah gag sanggup lagi tinggal di sini. Tapi tak mungkin juga ku tinggalkan begitu saja kuliahku, aku gak mau ngecewain orang tua ku. Ini beban berat bagi hidup ku.. aku berharap ada seseorang yang mau bantu aku pindah kuliah, itu saja. Karena dengan begitu aku bisa keluar dari kota ini dengan cepat, dan tetap kuliah.
 

Big Dreams Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea